Senin, 18 Maret 2013

KARAKTERISTIK PENDUDUK INDONESIA

KARAKTERISTIK PENDUDUK INDONESIA Penduduk dapat dikelompokkan menurut karakteristik tertentu. Pengelompokkan penduduk ini dapat berdasarkan karakteristik demografi (umur dan jenis kelamin), sosial (tingkat pendidikan dan status perkawinan), ekonomi (lapangan usaha serta status dan jenis pekerjaan), dan geografis (tempat tinggal). Dalam tugas ini, penulis akan mendeskripsikan pengelompokkan penduduk di Indonesia menurut karakteristik demografi, sosial, dan geografis berdasarkan Sensus Penduduk (SP) 2000 dan 2010. Berdasarkan hasil SP 2000 menurut karakteristik umur, penduduk Indonesia didominasi oleh kelompok usia produktif (penduduk usia 15-59 tahun), yaitu sekitar 65,03 persen. Disusul oleh kelompok usia muda (0-14 tahun) sebesar 30,43 persen dan kelompok usia tua (diatas 65 tahun) sebesar 4,54 persen. Pada hasil SP 2010, kondisi tersebut tidak berubah, tetapi proporsi penduduk kelompok usia muda mengalami penurunan. Sedangkan, proporsi penduduk kelompok usia produktif dan tua mengalami peningkatan. Kemudian, hasil SP 2000 juga menunjukkan umur median penduduk Indonesia adalah 23,78 tahun dan mengalami peningkatan pada SP 2010 menjadi 27,2 tahun. Dengan demikian, penduduk Indonesia dapat dikategorikan sebagai penduduk intermediate, yaitu transisi dari penduduk muda ke penduduk tua. Peningkatan proporsi penduduk usia produktif di Indonesia sebenarnya akan menguntungkan secara ekonomi. Sebab penurunan proporsi kelompok penduduk usia muda akan mengurangi besarnya investasi untuk pemenuhan kebutuhannya, sehingga sumber daya dapat dialihkan kegunaannya untuk memacu pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan keluarga. Namun, kondisi ini hanya bisa dimanfaatkan jika diiringi dengan peningkatan jumlah lapangan kerja, peningkatan peran perempuan dalam aktivitas ekonomi, peningkatan tabungan masyarakat, dan perbaikan kualitas sumber daya manusia. Kemudian, berdasarkan hasil SP 2000 menurut karakteristik jenis kelamin, proporsi penduduk laki-laki lebih banyak dari pada penduduk perempuan. Hal ini ditunjukan dengan rasio jenis kelamin sebesar 100,6. Lalu, rasio ini menurun menjadi 101 menurut hasil SP 2010. Ini menunjukkan proporsi penduduk laki-laki dan perempuan menjadi hampir seimbang. Berdasarkan hasil SP 2000 menurut karakteristik status perkawinan, Indonesia didominasi oleh penduduk berusia 10 tahun keatas dengan status kawin. Selanjutnya, proporsi status penduduk laki-laki belum kawin lebih tinggi dibandingkan dengan perempuan. Biasanya hal ini terjadi karena laki-laki ingin meneruskan pendidikan ke tingkatan lebih lanjut atau baru mulai bekerja sehingga menunda perkawinan. Ini terjadi karena laki-laki berperan sebagai kepala keluarga yang berkewajiban untuk memenuhi kebutuhan keluarga sehingga sebelum memasuki jenjang perkawinan mereka harus terlebih dahulu mapan secara ekonomi. Kemudian, proporsi penduduk dengan status cerai hidup dan cerai mati lebih tinggi terjadi pada perempuan dibandingkan laki-laki. Hal ini mungkin disebabkan karena laki-laki yang bercerai atau ditinggal mati oleh istrinya lebih cepat melakukan perkawinan kembali dibandingkan perempuan. Lalu, proporsi penduduk dengan status cerai hidup lebih didominasi oleh perempuan. Ini menunjukkan sejalan dengan peningkatan kesadaran akan hak-haknya, perempuan lebih berani untuk menggugat cerai suaminya. Hasil yang tidak jauh berbeda juga ditunjukkan oleh SP 2010. Berdasarkan hasil SP 2000 menurut karakteristik tingkat pendidikan tertinggi yang ditamatkan, Indonesia didominasi oleh penduduk usia lima tahun ke atas yang tidak/ belum tamat SD (35,4 persen), disusul oleh penduduk dengan tingkat pendidikan SD (34,22 persen). Angka penduduk yang tidak/belum tamat SD bersumber dari penduduk di pedesaan 69,24 persen dan juga berasal dari penduduk perempuan (53%). Sedangkan angka penduduk dengan tingkat pendidikan SD bersumber dari penduduk di pedesaan 64,42 persen dan juga berasal dari penduduk perempuan 51 persen. Ini menunjukkan bahwa kualitas sumber daya manusia di Indonesia masih sangat rendah. Selain itu, pemerintah wajib memberikan perhatian khusus kepada tingkat pendidikan penduduk di pedesaan dan tingkat pendidikan perempuan. Hasil SP 2010 menunjukkan terjadi penurunan proporsi penduduk tidak/belum tamat SD, sehingga penduduk Indonesia didominasi oleh penduduk dengan tingkat pendidikan SD. Selain itu, terjadi peningkatan cukup besar di jenjang pendidikan lainnya. Ini menunjukkan terjadinya perbaikan kualitas sumber daya manusia di Indonesia menuju arah yang lebih baik. Berdasarkan hasil SP 2000 menurut karakteristik persebaran penduduk, 58,83 persen penduduk Indonesia tinggal di Pulau Jawa yang hanya 6,75 persen dari luas wilayah Indonesia. Kemudian disusul oleh Pulau Sumatera sebesar 21 persen, Sulawesi 7,25 persen, Kalimantan 5,49 persen, Nusa Tenggara 5,39 persen, serta Maluku dan Papua 2,04 persen. Pada SP 2010 persebaran penduduk Indonesia tidak banyak mengalami perubahan. Ini menunjukkan terjadi konsentrasi penduduk dan aktivitas ekonomi yang sangat tinggi di Pulau Jawa. Hal ini mengkhawatirkan, jika mengingat bahwa daya dukung lingkungan (ketersediaan lahan dan air) di Pulau Jawa yang semakin terbatas. Kemudian, terjadi kenaikan jumlah penduduk Indonesia yang tinggal di perkotaan dari 42 persen pada SP 2000 menjadi 49,1 persen pada SP 2010. Ini menunjukkan terjadinya proses urbanisasi, baik dalam arti perpindahan penduduk dari desa ke kota dan atau perubahan status pedesaan menjadi perkotaan. Pengelompokkan penduduk berdasarkan karakteristik tertentu sangat berguna untuk berbagai tujuan. Pertama, untuk mengetahui kondisi sumber daya manusia. Kedua, untuk mengembangkan suatu kebijakan. Ketiga, untuk menyediakan prasarana dan sarana. Keempat, untuk membandingkan keadaan suatu penduduk dengan penduduk lainnya. Kelima, untuk mengetahui proses demografi yang terjadi. Refrensi : Badan Pusat Statistik. 2001. Penduduk Indonesia Hasil Sensus Penduduk Tahun 2000 Seri L2.2. Jakarta : Badan Pusat Statistik Tim Penulis Lembaga Demografi FEUI. 2010. Dasar-Dasar Demografi. Jakarta : Salemba Empat http://sp2010.bps.go.id/

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar